Skip to content

Resep Herbal

Kumpulan resep herbal tradisional yang telah terbukti khasiatnya untuk berbagai keluhan kesehatan

Daftar Resep

DBD

Resep herbal tradisional


















TERAPI HERBAL DBD


Penyakit DBD, atau Demam Berdarah Dengue, merupakan infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Penyakit ini umum terjadi di daerah tropis seperti Indonesia, terutama saat musim hujan, dan dapat menyerang anak-anak maupun dewasa.



Gejala Utama


Gejala DBD biasanya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk, dimulai dengan demam tinggi mendadak hingga 40°C yang bersifat bifasik (naik-turun). Sakit kepala hebat, nyeri otot dan sendi (sering disebut "breakbone fever"), serta nyeri di belakang mata menjadi ciri khas lainnya.



Gejala Tambahan


Penderita sering mengalami mual, muntah, ruam merah di kulit, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Pada kasus berat, muncul tanda bahaya seperti nyeri perut hebat, perdarahan (gusi/hidung), penurunan kesadaran, dan tangan-kaki dingin.



Fase Kritis


Setelah demam turun (hari ke-3 hingga 7), gejala bisa memburuk menjadi syok dengue dengan trombosit rendah dan perdarahan internal jika tidak ditangani. Segera periksakan ke dokter jika gejala memburuk untuk pencegahan komplikasi.



Ramuan Herbal untuk DBD


Berikut beberapa ramuan herbal yang dapat membantu mengatasi DBD:
















1. Ramuan Daun Pepaya:
- 5-7 lembar daun pepaya
- 1 gelas air
- Rebus daun pepaya dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

2. Ramuan Daun Sambiloto:
- 5-7 lembar daun sambiloto (1 sendok makan serbuk)
- 1 gelas air
- Rebus daun sambiloto dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

3. Ramuan Kumis Kucing:
- 5-7 lembar kumis kucing
- 1 gelas air
- Rebus kumis kucing dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

4. Ramuan Jambu Biji:
- 5-7 lembar daun jambu biji (1 sendok makan serbuk)
- 1 gelas air
- Rebus daun jambu biji dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

5. Ramuan Temulawak:
- 1-2 ruas temulawak (1 sendok makan serbuk)
- 1 gelas air
- Rebus temulawak dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

6. Jahe (Zingiber officinale): Jahe mengandung senyawa gingerol yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.                                                                                                                                             -1-2 ruas jahe (1 sendok makan serbuk)
- 1 gelas air
- Rebus jahe dengan air hingga mendidih
- Minum air rebusannya 2-3 kali sehari

7. Bawang Putih (Allium sativum): Bawang putih mengandung senyawa allicin yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.  Kosumsi kapsul bawah putih 1 kapsul 3 kali sehari.

8. Beras angkak (Monascus purpureus): Fermentasi beras merah yang terbukti dalam studi IPB menaikkan trombosit.

Namun, perlu diingat bahwa penggunaan ramuan herbal harus dilakukan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter. DBD adalah penyakit yang serius dan memerlukan pengobatan medis yang tepat. Ramuan herbal dapat digunakan sebagai pengobatan tambahan, bukan sebagai pengganti pengobatan medis.

Juga, perlu diingat bahwa pencegahan DBD lebih baik daripada pengobatan. Pencegahan dapat dilakukan dengan:

- Menghindari gigitan nyamuk Aedes aegypti
- Menggunakan kelambu dan pakaian yang menutupi kulit
- Menggunakan repellent nyamuk
- Menghilangkan tempat-tempat penampungan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Berikut beberapa senyawa yang terkandung dalam tanaman herbal yang dapat membantu menaikkan trombosit:

- Papain (daun pepaya): Enzim yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.
- Flavonoid (kumis kucing): Senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.
- Kurkumin (temulawak): Senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.
- Gingerol (jahe): Senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.
- Allicin (bawang putih): Senyawa yang dapat membantu meningkatkan produksi trombosit.

Namun, perlu diingat bahwa penelitian tentang efek tanaman herbal pada trombosit masih terbatas, sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.


Papain dari daun pepaya menunjukkan efek paling kuat dalam memproduksi atau meningkatkan trombosit pada konteks DBD dibandingkan allicin, gingerol, dan kurkumin, berdasarkan studi klinis dan in vivo yang menunjukkan peningkatan cepat trombosit.

Perbandingan Efek







































Zat Sumber Utama Efek pada Trombosit/DBD Bukti Kekuatan
Papain Daun pepaya Tingkatkan trombosit secara signifikan (studi klinis: 2-3 hari pulih ≥50.000/μl), imunomodulator. Paling kuat
Kurkumin Kunyit Hambat replikasi virus dengue & hiperaktivasi trombosit, kurangi inflamasi; efek tidak langsung. Sedang
Gingerol Jahe Potensi antiviral dengue (6-gingerol), tapi minim bukti langsung naik trombosit. Lemah
Allicin Bawang putih Anti-inflamasi & antiviral umum, tidak ada bukti spesifik trombosit dengue. Paling lemah































​Papain unggul karena ekstrak daun pepaya secara konsisten terbukti dalam uji klinis naikkan trombosit dengue, sementara zat lain lebih fokus anti-virus atau anti-inflamasi. Konsultasikan dokter untuk penggunaan aman, karena bukti papain paling didukung tapi tetap pendukung medis